jam digital

Jumat, 06 September 2013

SELESAIKAN MASALAH SEBELUM IA DATANG.....





Sungguh terkadang kita hanya perlu berdoa saja
Dalam menghadapi suatu masalah…
Yang kadang-kadang kita anggap sangat berat…
Menurut kita mungkin sangatlah sulit
Tapi siapa yang mampu mempermudah yang sulit itu
Siapa yang dapat membuatnya menjadi sangat mudah
Tak ada lain…
Kecuali sang maha pemurah…Alloh azzawajalla….!!!
Kenapa kita tak permudah saja urusan kita itu
Dengan banyak-banyak meminta kepada NYA
Dengan berdoa…dengan bermunajat…kepada NYA…
Adakah hal itu terlarang…
Sebaliknya malah sangat dianjurkan….
Kita saja yang kadang kepedeaan….
Merasa mampu melakukan semuanya dengan sendiri
Kalau terbentur baru mengadu….
Cemeenn….!!!
Padahal kita diberi kesempatan untuk menyelesaikan
Suatu masalah….bahkan sebelum masalah itu muncul…
Menyelesaikannya sedari awal sebelum masalah timbul…
Menyudahinya ketika kita belum tertimpa masalah…
Ajaib…memang…tapi ya begitulah
Salah satu solusi yang diberikan
dalam menghadapi masalah….
Dalam menghadapi hidup….!
Ngomong-ngomong masalah, saat ini masalah
Yang aku anggap lumayan besar yang bakal menimpa
Eeeh..ngak tahunya sudah terselesaikan dengan mudah
Malah aku sendiri tak menyadarinya…
Tak mengetahuinya…tahu-tahu aja sudah selesai…
Dan  bukan satu masalah saja, ada banyak…
Yang selesai sebelum aku menyadarinya…
Hmm…memang luar biasa doa itu…
Pantas memang kalo dibilang “addua sijjul mukminin”

RAHASIA JODOH......


 
 Ada yang sudah dekat tiba-tiba menjauh.
 Ada yang jauh tiba-tiba mendekat.

 Ada yang sudah sayang tiba-tiba
 membenci……
 Ada yang belum kenal tiba-tiba menyayangi……….

 Ada yang sudah direncanakan
 tanggal nikahnya tiba-tiba berantakan.
 Ada yang tidak direncanakan tiba-
 tiba datang mengajak nikah.

 Ada yang sudah dijodohkan tiba-
 tiba dibatalkan…….
 Ada yang tidak dikenal sebelumnya
 tiba-tiba menjadi jodohnya.
 Ada pula yang sudah lama kenal
 Dulunya biasa saja…menjadi jodoh…

 Itulah rahasia JODOH..

 Hanya Dia yang tahu kapan kita berjodoh.
 Hanya Dia yang tahu dengan siapa
 kita akan berjodoh.
 Hanya Dia yang tahu dengan cara
 apa kita bertemu jodoh…………..

 Tugas kita adalah berusaha
 dengan cara yang baik.
 Tugas kita adalah berusaha
 dengan menjadi baik.
 Tugas kita adalah menerima
 apapun keputusan terbaik menurut Alloh SWT.


 Dan satu hal jangan kita abaikan.
 Jangan pernah merasa lelah
 meminta dan terus meminta
 melalui DOA kepada-Nya.

 Semoga Alloh SWT melancarkan
 dan meridhai serta membukakan
 pintu jodoh bagi siapa saja yang belum punya jodoh.
 Berdoalah kepada Alloh SWT,
 hanya Allah-lah yang dapat memberikan
 semua hajat apa yang kita inginkan,
 termasuk dalam urusan jodoh.
 Dan juga yang belum punya anak
 segera mendapatkan anak keturunan.
 Serta yang lagi pengen usahanya meningkat,
 tanpa hutang yang menumpuk,
 dipermudahkan, 
 dan diperlancarkan oleh Alloh SWT.

 Semoga Alloh SWT mengabulkan doa kita semua.....
 Aamiin...((^__^))


Selasa, 03 September 2013

SEKUNTUM...............




         Sekuntum Mursi 

 Oleh Ustadz Abu Yahya Badrussalam

 Betapa Bahagianya rakyat mesir
 Ketika ia telah menjadi pemimpin
 Di negeri firamid sana
 Ucapan selamat mengharu biru
 Memberi pesona senyum yang merekah
 Cita-cita itu seakan telah menjadi kenyataan
 Menegakkan syari’at di negeri fir’aun

 Namun ….
 Ternyata Allah berkehendak lain
 Tiba-tiba lebah sisi menyengatkan bisanya
 Membuat sekuntum Mursi menjadi layu
 menjadi kenangan

 Hati-hati pun terbakar
 Tak rela sekuntum itu jatuh tersungkur
 Teriakan jihad pun dikumandangkan
 Lautan manusia berduyun meminta keadilan

 Tak Rela …
 Mungkin kalimat sabar sudah tak ada guna
 Mungkin Fatawa ulama sudah dianggap usang
 Karena mata telah ditutup kabut kemarahan
 Apa kata mereka bila kita bacakan fatwa Al Hafidz Ibnu Hajar :
 “Para fuqoha telah bersepakat wajibnya mentaati penguasa yang menang (dalam revolusi),
 dan mentaatinya lebih baik dari pada melawannya karena itu lebih menahan tertumpahnya darah dan fitnah.” (Fathul Baari 13/7)

 Mungkin mereka akan berteriak
 Pengkhianat ..
 Antek Yahudi …
 Bunglon …
 itulah …
 Ketika ilmu telah kalah
 Tak ada lagi kata dan Fatwa

 Di Al jazair sana
 Masih tersisa kenangan pahit
 Ketika partai islam menang mutlak
 Ternyata …
 Penguasa membatalkan hasil pemilu
 Huru hara pun terjadi
 Kembali darah kaum muslimin bersimbah
 Akankah kenangan pahit itu terulang di negeri pyramid

 Seakan Allah tak ridho dengan jalan itu
 Kejayaan melalui demokrasi
 Ternyata hanya fatamorgana

 Yaa Allah …
 JalanMu lah yang terbaik
 Jalan yang dititi oleh para Nabi dan Rasul
 Jalan Ilmu dan Amal
 Jalan Tauhid dan Ittiba
 Tashfiyah dan Tarbiyah

 “Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik." (QS. Yusuf: 108).


MACAM-MACAM OBAT....



 Obat Cinta adalah Menikah..
 Obat Marah adalah Wudhu..
 Obat Galau adalah Dzikir dan membaca Al-Qur'an..
 Obat Ketidak Senangan hati adalah Shalawat..
 Obat kemiskinan adalah Istighfar, Usaha dan Sedekah..
 Obat Nafsu adalah Puasa..
 Obat Putus asa adalah Harapan dan Do'a..
.

.
.
.
.
.
.
.

Minggu, 01 September 2013

NEGERI DIUJUNG TANDUK.....



 Kata Papa.... 
 bahkan bila terbakar hangus seluruh keluarga kita
 Jangan pernah berhenti peduli
 Walaupun terfitnah kejam keluarga kita
 Hingga rasanya sakit menembus hati,
 Jangan pernah berhenti berbuat baik

 Anak-anakku....
 Jadilah orang-orang yang berdiri gagah di depan,
 Membela kebenaran dan keadilan.
 Jadilah orang yang berdiri perkasa di depan,
 Membantu orang-orang yang lemah dan dilemahkan.
 Atau jika tidak,
 berdirilah di belakang orang-orang yang melakukannya,
 Dukung mereka sekuat tenaga

 Maka, seluruh kesedihan akan diangkat dari hati,
 Seluruh beban akan terasa ringan.
 Karena akan tiba masanya orang-orang terbaik datang,
 Yang bahu membahu menolong dalam kebaikan.
 Akan tiba masanya orang-orang dengan kehormatan hadir,
 Yang memilih jalan suci penuh kemuliaan.

 Percayalah,
 Dan jangan pernah berhenti percaya,
 Meski tak ada lagi di depan, di belakang,
 kiri-kananmu yang tetap percaya.

 *Tere Lije, novel "Negeri Di Ujung Tanduk"

Kamis, 29 Agustus 2013

SORRY I DELET U.....!




Kenapa diremove?
Kenapa juga diblokir?
 [Sorry i delet u!......]
KENAPA?
Karena itulah fungsinya link "Hapus Pertemanan"
dan "Blokir Orang Ini",
bila tak digunakan mubazir
Zuckerberg uda capek-capek bikin ni media.

 Baidewei,…..jika kau tanya mengapa,
artinya kau tak cukup membaca…… Membaca?

 Ya, membaca perilaku…… Akun ini punya PEMILIK
bernama MANUSIA dan BUKAN ROBOT.
Ok, meskipun kita berinteraksi dimedia internet
(dumay, istilahnya).
Dan manusia, makhluk yang bekerja
dibalik monitor PC atau
phone sellular ini PUNYA PERASAAN…..

Berteman memakai akhlak kan?

Bila untuk berkata-kata kita perlu berhati-hati
 dengan lidah,…..terus….
 mengapa dengan untaian kata
yang kita tulis justru kita abaikan………?

 Bukankah tiap aktifitas yang kita kerjakan
(sekecil apapun) kelak ALLOH tagih pertanggung jawaban?

 Lebih-lebih bagi seorang MUSLIM
yang sudah JELAS cara BERINTERAKSInya…….

Ingatkan saya, BAHWA rasa MALU adalah pakaian.
Ingatkan saya BAHWA seorang MUSLIM
adalah SESAUDARA….
dan memiliki KEWAJIBAN
untuk saling menjaga dan melindungi.
 Itulah UKHUWAH FILLAH……
Banyak maaf…sudah…itu saja….selesai…..!!!

Senin, 26 Agustus 2013

BERITA YANG MELEGAKAN.........



Dr. Aidh Qarni seorang ulama di Saudi yang terkenal dengan bukunya “La Tahzan” menulis di ansarportsaid.net hari Sabtu 24 Agustus 2013 tentang bagaimana seorang muslim menyikapi kondisi Mesir saat ini. 

Berikut cuplikan tulisan beliau:

Ketika aku sedang menangis karena meratapi apa yang menimpa umat ini di seluruh dunia Islam, terutama di Mesir dan Suriah, ada seorang kawanku datang bertanya, “Kenapa kau bersedih?” Aku menjawab, “Aku bersedih karena agamaku sedang dalam kesulitan.” 


Diapun menjawab, “Islam adalah agama Allah swt. Dia sendiri yang akan menolongnya. Bukankah Allah swt. berfirman, ‘”Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.’” [Al-Mujadilah: 21].

Aku berkata, “Kalau begitu, aku menangis karena orang-orang yang dibunuh secara dhalim.” Dia pun menjawab, “Mereka telah berbahagia, in sya’a Allah, hidup dan mendapatkan rezeki di sisi Allah swt.”

Aku berkata, “Kalau begitu, aku menangis karena orang-orang yang terluka, tertawan dan tertindah.” 


Dia menjawab, “Segala musibah yang menimpa seorang muslim, hingga duri yang menusuknya, pasti akan menjadi penghapus dosa dan kesalahannya. Ujian dari Allah swt adalah kaffaratudz dzunub.”
Aku berkata, “Kalau begitu, aku menangis karena janda yang kehilangan suaminya, anak yatim yang kehilangan ayahnya.” 


Dia menjawab, “Allah swt. akan menolong mereka. Karena Allah swt. adalah penolong bagi orang-orang yang shalih.”
Aku berkata, “Kalau begitu aku menangis karena ibu yang kehilangan anak-anaknya, atau orang yang kehilangan orang-orang yang dikasihinya.” Dia menjawab, “Hanya orang yang sabar, yang pahalanya diberikan tanpa hitung-hitung.”

Aku berkata, “Aku bersedih karena ahli kebatilan berkuasa di bumi ini, mengalahkan ahli kebenaran.” 


Dia menjawab “Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” [Ali Imran: 196-197].

Dia pun mengakhiri pembicaraan kita dengan sebuah nasihat, “Karena itulah tidak ada alasan kita menangis. Hapuslah airmatamu. Yakinilah janji Allah swt. Kalau Dia sudah berjanji, tidak ada yang akan bisa menghalangi-Nya. 


Perbaikilah dirimu sehingga menjadi orang yang layak termasuk dalam firman Allah swt. “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sungguh melegakan sekali membaca tulisan beliau ini...........
Tadinya terasa menjadi beban berat ketika ingat dan memikirkan apa yang terjadi pada saudara kita di mesir dan suriah saat ini…
Seolah-olah baru pertama kali mendengarnya.......
Hanya Alloh yang tahu sudah berapa banyak doa yang aqu lantunkan buat mereka, hanya Alloh pulalah yang tahu sudah berapa kali ku memohon dalam tahajjudku…
Agar umat bersatu…..berukhuwah yang benar….agar kemenanganyang dijanjikan  itu segera datang bagi umat ini…..

Ampunkan kami ya…Gaffar!….ya…aziz….!